Cap Pwee Lo Han (Shi Ba Luo Han)

     Cap Pwee Lo Han (Shi Ba Luo Han) atau delapan belas arahat, sebenarnya yang tercatat dalam kitab-kitab Buddhis hanya 16 orang saja. Mereka adalah para bhikkhu  India yang merupakan murid-murid langsung dari Sang Buddha, dan mereka telah mencapai tingkatan arahat. Sedangkan yang 2 orang lagi adalah tambahan dari versi Buddhisme Tiongkok, salah satunya dipercaya adalah cikal bakal penemu ilmu bela diri Shao Lin, Tat Mo Couw Su (Da Mo Zu Shi).

Mengenai tingkatan Arahat (pemusnah nafsu), antara penganut Buddha Theravada (Buddhisme yang mengikuti ajaran dan tradisi seperti di jaman Sang Buddha) dengan Buddha Mahayana (Buddhisme yang telah banyak dipengaruhi tradisi Tiongkok maupun Tibet) terdapat perbedaan pandangan.

Menurut Buddhisme Theravada, tingkatan Arahat adalah lebih tinggi dari tingkatan Bodhisatva. Arahat dalam pengertian Theravada adalah sama dengan tingkat kesucian Buddha, sedangkan Bodhisatva masih belum mencapai kesucian sama sekali.

Menurut Buddhisma Mahayana, Bodhisatva lebih tinggi tingkatannya daripada Arahat, sebab Bodhisatva memiliki cita-cita dan tekad yang luhur dan senantiasa berusaha menolong manusia, sedangkan Arahat tidak. Buddhisme Mahayana sering menyebut Arahat dengan sebutan Lo Han atau Cun Cia (Zun Zhe), yang artinya ‘yang patut dihormati’.

Enam belas Lo Han yang berasal dari India, adalah

1.      Pindola Bharadvaja Cun Cia (Binduluo Baluoduose Zun Zhe)

Pindola mempunyai wilayah kekuasaan di wilayah sebelah barat Surga Barat. menurut legenda, pada waktu usia muda, ia adalah seorang yang kejam dan sangat tidak patuh pada orang tuanya. Ia kemudian dilemparkan ke neraka dan harus memakan karang dan batu – bata sebagai santapan sehari – hari. Karena penderitaan ini badan menjadi kurus kering. Tapi kemudian ia menyesali dosa – dosanya dan menjadi penganut ajaran Buddha. Ia menjadi salah satu murid Buddha yang terkemuka dan punya Luo Han bawahan sebanyak 1.000 orang. Ia mempunyai kesaktian antara lain dapat terbang diudara dan terapung di atas air. Seringkali ia ditampilkan dengan membawa buku yang sedang terbuka di atas pahanya dan sebatang tongkat pengemisnya tersandar disampingnya.

2.      Kanakavatsa Cun Cia (Jianuojiafacuo Zun Zhe)

Kanakavatsa Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang berwajah cerah dan beralis panjang sekali. Dalam tradisi Tiongkok, ia dikenal juga dengan nama Tiang Bi Cun Cia (Chang Mei Zun Zhe) atau orang suci yang beralis panjang. Memiliki kesaktian berpengetahuan luas dan dapat dengan mudah menghafal sesuatu.

3.       Kanaka Bharidvaja Cun Cia (Jianuojia Baliduose Zun Zhe)

Kanaka Bharidvaja Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang berjenggot dan memiliki tongkat terbang. Sering juga disebut sebagai Pindola Muda , dan di Tiongkok disebut juga Hui Tiang Cun Cia (Fei Zhang Zun Zhe) atau orang suci bertongkat terbang.

4.      Supinda Cun Cia (Subintuo Zun Zhe)

Supinda Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang terpelajar, dengan tangan kiri memegang kitab dan mangkok sedekah, serta tangan kanannya membentuk mudra, yang bermakna bahwa ia akan segera mencapai nirvana. Di Tiongkok disebut juga Tao Ngo Cun Cia (Dao Wu Zun Zhe) atau orang suci yang mengerti Tao.

5.      Nakula Cun Cia (Nuojuluo Zun Zhe)

Nakula Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang kedua tangannya sedang membuka dada, dan biasanya di rongga dadanya terlihat wajah Sakyamuni Buddha. Sering disebut juga dengan nama Pucchulo, dan di Tiongkok terkenal dengan nama Khay Sim Cun Cia (Kai Xin Zun Zhe) atau orang suci yang membuka hati.

6.      Bhadra Cun Cia (Batuoluo Zun Zhe)

Bhadra Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang menaiki punggung seekor harimau, sebagai lambang kejahatan yang sudah ditaklukkannya. Di Tiongkok dikenal juga dengan sebutan Hok Houw Cun Cia (Fu Hu Zun Zhe) atau orang suci yang menaklukkan harimau.

7.      Karika Cun Cia (Jialijia Zun Zhe)

Karika Cun Cia biasa disebut juga Kala Cun Cia, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang membersihkan telinga atau sedang bermeditasi. Di Tiongkok dikenal dengan nama Jang Hi Cun Cia (Xi Er Zun Zhe) atau orang suci yang sedang mencuci telinga.

8.      Vajraputra Cun Cia (Faseluofuduoluo Zun Zhe)

Vajraputra Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang berwajah cerah dan berjubah bersih, mirip pakaian orang kaya. Di Tiongkok disebut juga dengan To Li Cun Cia (Duo Li Zun Zhe) atau orang suci yang memberikan keuntungan berlimpah.

9.      Supakah Cun Cia (Shubojia Zun Zhe)

Supakah Cun Cia atau Gobaka Cun Cia, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang bermeditasi dan satu tangannya memegang kipas atau dupa. Di Tiongkok dikenal juga dengan nama Cin Hio Cun Cia (Jin Xiang Zun Zhe) atau orang suci yang mempersembahkan dupa.

10.  Panthaka Cun Cia (Bantuojia Zun Zhe)

Panthaka Cun Cia atau Pantoka Cun Cia atau Pantha Cun Cia, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang berpenampilan tenang/ kalem.Di Tiongkok dikenal dengan nama Pek Lap Cun Cia (Bei Na Zun Zhe) atau orang suci berjubah putih. Kesaktiannnya dapat menembus tembok dan pergi menghilang dalam sekejap.

11.  Rahula Cun Cia (Luohuluo Zun Zhe)

Rahula Cun Cia dikenal juga sebagai putera Pangeran Sidharta, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu berkepala mirip kubah, alis mata yang tebal dan tangannya sedang memegang seekor singa kecil. Di Tiongkok disebut juga dengan Hi Say Cun Cia (Xi She Zun Zhe) atau orang suci yang memainkan singa.

12.  Nagasena Cun Cia (Nagasina Zun Zhe)

Nagasena Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang tertawa atau dalam posisi berceramah. Di Tiongkok dikenal dengan sebutan Cin Teng Cun Cia (Jin Deng Zun Zhe) atau orang suci yang membawa penerangan.

13.  Ingatah (Yinhetuo Zun Zhe)

Ingatah Cun Cia atau Angida Cun Cia, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang membawa setangkai bunga, atau membawa setumpuk kitab suci dan sebuah tongkat. Di Tiongkok dikenal dengan sebutan Cin Hoa Cun Cia (Jin Hua Zun Zhe) atau orang suci yang mempersembahkan bunga.

14.  Vanavasi Cun Cia (Fanaposi Zun Zhe)

Vanavasi Cun Cia atau Vanavasa Cun Cia, umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang meditasi dengan mata tertutup atau seorang bhikshu yang sedang memainkan kecer (gembreng kecil). Di Tiongkok dikenal dengan sebutan Lang Poat Cun Cia (Long Po Zun Zhe) atau orang suci yang memainkan kecer.

15.  Ajita Cun Cia (Ashiduo Zun Zhe)

Ajita Cun Cia umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang sedang tertawa atau sedang membawa kantong kain yang besar. Di Tiongkok dikenal dengan sebutan Poh Tay Cun Cia (Bu Dai Zun Zhe) atau orang suci yang membawa kantong kain.

16.  Cuda Panthaka Cun Cia (Zhutu Bantuojia Zun Zhe)

Cuda Phantaka Cun Cia atau Cuda Pantha atau Cula Phantaka (Phantaka muda/ kecil), umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang memiliki raut muka bebal / bodoh, dan satu tangan memegang kipas atau memegang buah tho. Cuda Phantaka Cun Cia adalah adik kandung dari Panthaka Cun Cia, sejak muda memang terkenal bebal dalam menjalankan ajaran Buddha. Tetapi berkat bimbingan langsung dari Sakyamuni Buddha, ia berhasil mencapai tingkat Arahat. Di Tiongkok terkenal dengan sebutan Cin Ko Cun Cia (Jin Guo Zun Zhe) atau orang suci yang mempersembahkan buah.

Setelah masuk ke Tiongkok, enam belas Lo Han di atas mendapat tambahan dua orang lagi, yaitu :

17.  Bodhidharma Cun Cia (Pudidamo Zun Zhe)

Bodhidharma Cun Cia atau Damo Zun Zhe merupakan cikal bakal pendiri aliran Zen (Chan). Beliau asli dari India dan memasuki daratan Tiongkok pada sekitar tahun 520. Umumnya digambarkan sebagai seorang bhikshu yang bercambang dan berjenggot lebat. Pakaiannya sederhana, dan terkadang membawa tongkat kepala biara. Di Tiongkok lebih dikenal dengan nama Tat Mo Co Su (Da Mo Zu Shi), yang berarti guru besar Dharma.

18.  Liang Bu Cun Cia (Liang Wu Zun Zhe)

Liang Bu Cun Cia sebenarnya adalah seorang raja yang bernama Liang Bu Te (Liang Wu Di), ia meninggalkan keduniawian dan mengikuti jalan Buddha. Menurut cerita, beliau pernah berguru kepada Bodhidharma atau Tat Mo Co Su. Karena bekas seorang raja, maka umumnya Liang Bu Cun Cia digambarkan sebagai seorang bhikshu yang menginjak seekor naga.

Untuk Arahat / Lo Han ke 18 ini, di beberapa daerah berlainan versi, mereka menganggap bahwa nama-nama berikut ini adalah Lo Han ke 18, yaitu : Bok Liam Cun Cia (Mu Lian Zun Zhe),Ci Kung Cun Cia (Ji Gong Zun Zhe), atau Nandimitra Cun Cia (Nandimeidaluo Zun Zhe).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s